Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Kuasa yang senantiasa memberi hidayah kepada umat-Nya, al-hamdulilah kami bisa menulis asal usul/silsilah Desa Andapraja Kecamatan Rajadesa kabupaten Ciamis yang didalamnya ada cerita / makna dari sebuah nama yang perlu penulis ketahui.
     Desa Andapraja salah satu Desa di Kecamatan Rajdesa yang mempuntai sejarah pada masa lalu yang didalamnya terdapat situs atau peninggalan diantaranya, Pasarean, wangun dan cipicung, walaupun sangat sederhana dan singkat mudah-mudahan jadi acuan dan bahan kami untuk masa depan juga generasi - generasi yang akan datang.
      Dari berbagai sumber yang didapat, kami selaku penulis, mengucapkan banyak terima kasih dan penghargaan setinggi - tingginya kepada para narasumber yang telah meluangkan waktunya untuk berbagi informasi, silsilah atau asal usul Desa Andapraja dan dari narasumber yang didapat ada beberapa pendapat yang berbeda, kami selaku penulis mencoba menceritakan/menulisakan apa yang telah kami dengar walaupun jauh dari kesempurnaan baik dari tata bahasa maupun cara penulisannya
      Besar harapan kami dikemudian hari semua dapat mengetahui asal usul atau silsilah Desa Andapraja Kecamatan Rajdesa Kabupaten Ciamis, mudah - mudahan bisa bermanfaat khusus bagi kami umumnya bagi kita semua. "Amin"


     Pada jaman Kerajaan Prabu Siliwangi di tanah Pajajaran, Prabu Siliwangi mempunyai anak yang bernama Raden Gantangan (Prabu Sirnaraja) dari salah satu permaesuri yang bernama Dewi Nawangsih, raden gantangan (Prabu Sirnaraja)  yang memiliki kekurangan fisik, berupa tangannya kengkong (Bengkok/tidak sempurna), dikala itu prabu Siliwangi mengadakan pertunjukan di keraton, pada masa - masa remaja Raden Gantangan ingin menikmati pertunjukan yang diselenggarakan oleh Ayahandanya, dikernakan Prabu Siliwangi merasa malu karena mempunyaii keturunan cacat, maka prabu siliwangi mengutus patih kerajaan supaya melarang raden gantangan ikut dalam pertunjukan
     Raden Gantangan merasa terpukul dan memilih pergi dari istana, mencari mujijat, dalam sekian lama perjalanan sembari berharap tangannya sembuh sampai disalahsatu wilayah yang disebut leweng geude (Hutan Besar) di wilayah Rancah, dalam keadaan sakit dan pakaian pun rusak (compang camping) sangat mengenaskan dipertemukan dengan adipati rancah bernama Dalem Gayam Cengkok dan dirawat.
     Pada Suatu Ketika Raden Gantangan sudah merasa pulih kembali bermaksud mau meneruskan perjalanan akan tetapi dilarang oleh Adipati Ranca, beberapa hari kemudian, anak dari adipati rancah yang bernama Nyi Kentringmanik saki, ternyata Raden Gantangan dapat menyembuhkan sang putri, merasa berhutang budi pada Raden Gantangan ki dalem gayam cengkok menjodohkan putrinya yang bernama nyi kentring manik kepada raden gantangan.
     Dalem Gayam Cengkok lalu menyuruh Raden Gantangan untuk bertapa di hulu Cirancah di dalam Pertapaan Raden Gantangan bertemu dengan bajing bodas (Tupai Putih) dan raden gantangan berusaha untuk menangkap bajing bodas (tupai putih) dengan tangan yang cacat keajaiban yang dialami oleh Raden Gantangan tangannya sembuh (normal dari cacat).
     Beberapa tahun kemudian muncul utusan Prabu Siliwangi, mereka terdiri atas Purwakalih, Gelap Nyawang, Kidang Pananjung dan Panggadean, diperintahkan untuk mengajak pulang Raden Gantangan mengetahui Raden Gantangan Putra Raja dari Prabu Siliwangi adipati Rancah bermaksud menyerahkan kepemimpinan  Rancah kepadanya akan tetapi sang Raden tidak menerimanya dan memilih untuk mendirikan wilayahnya sendiri.
     Dalam perjalanan Raden Gantangan beserta nyi kentring manik (istri) berhenti disuatu tempat yang disebut Randeugan (dalam bahasa sunda) arti kata ngarandeug/berhenti untuk melepaskan lelah dan beristirahat, beberapa saat kemudian berangkat kembali kearah timur dan berhenti kembali disebuah tempat yang disebut Wangun (dalam bahasa sunda) yang saat ini berlokasi di Dusun Cikupa Desa Andapraja, arti kata ngawangwang ( membayangkan arah tujuan, serta masa - masa yang beliau akan hadapi, lalu beliau pergi lagi sampai disuatu tempat karena kemaleman berhenti di Pasarean (dalam bahasa sunda) arti kata tempat tidur/tempat peristirahatan  yang saat ini berlokasi di Dusun Pasirjaya Desa Andapraja dan tempat tersebut yang saat ini disebut Pasarean dijadikan tempat musyawarah, perencanaan untuk membuat wilayah/kerajaan dengan para utusan dari pajajaran, sehingga terencanalah akan membuat kerajaan yang sekarang disebut Handapraja (dalam bahasa sunda) arti kata handap/bawah raja sehingga terencanalah akan membuat kerajaan yang berlokasi di Bojongkeong sekarang Dusun Ciwulan Desa Andapraja dikernakan banyak usulan baik dari para petinggi kerajaan para bangsawan termasuk utusan dari kerajaann dengan alasan membangun kerajaan di handapraja (Bawah/Rendah) gampang diserang musuh, akhirnya raden Gantangan (Prabu Sirnaraja) memutuskan untuk pindah ketempat yang lebih aman dan luas maka dipilihlah Samida yang sekarang disebut Rajadesa Narasumber : Lurah (Carwa) , Kaswi (mantan Lurah), Ketua RT Eyo sarya (24 Oktober 2014.)




Pendapat lain tentang Asal Usul Desa Andapraja
Pada Masa penyebaran agama islam ke daerah daerah termasuk Andaprajadiutuslah oleh seorang wali dari Cirebon yang berna Eyang Sutajaya beerta Raden Sujana Bratapa (AMA) untuk menyebarkan Agama Islam, pada saat penyebaran Agama Islam Eyang Sutajaya dan raden Sujana Brata melanglang buana demi tercapai tujuan agar masyarakat memeluk agama islam, dengan perjalanan dari cirebon menuju daerah daerah sampai disuatu tempat yang disebut Wangun arti kata ngawangwang/membayangkan agar masyarakat bisa memeluk Agama Islam.
     Didaerah inilah penyebaran Agama Islam dimulai, sehingga banyak masyarakat yang berawal memeluk Agama Hindu satu persatu mengikuti ajaran yang dibawa oleh Eyang Sutajaya dan Raden Sujana Brata semenara Eyang Sutajaya melanjutkan perjalanan sedangkan Raden Sujana Brata memilih bermukim diwilayah Pasirpeuti (yang sekarang disebut pasirjaya) arti kata tempat pengusian sampai akhir hayatnya. 
     Eyang Sutajaya melanjutkan Perjalanan sampai disuatu tempat  yang  disebut Pasarean artikata tempat peristirahatan disanalah Eyang Sutajaya menyebarkan Agama Islam dan penduduk sekitar pasarean memeluk agama isalm sampai dengan sekarang "menurut cerita eyang Sutajaya meninggal dipasarean"  Sumber Mantan Lurah pasirjaya (Sukarya 24 Oktober 2014)


     Sekilas Silsilah atau asal usul  Desa Andapraja Kecamatan Rajdesa Kami sampaikan semoga ada manfaatnya khususnya bagi kami umumnya untuk semua.