Desa Andapraja dengan posisi lahan yang bertebing - tebing dan 1/3 bagian lahan dipergunakan pesawahan 1/5 bagian dipergunakan perkebunan dan sisanya pemukiman warga dan fasilitas lainnya, 70% bertani, 30% Buruh Tani, Buruh Harian, Pedagang, Pengusaha, dan Pegawai Negeri, komoditas masyarakat Desa Andapraja bercocok tanam padi, kopi, jagung, singkong, coklat, pisang, kelapa, kegiatan sehari - hari yang dilakukan masyarakat diwilayah kami melakukan pertanian yakni bercocok tanam padi yang saat ini akan segera musim panen, setelah tempo lalu tida bisa diolah disebabkan kemarau, karena di desa kami mengandalkan dari tadah hujan, kebahagian masyarakat akan tibanya musin panen terasa juga oleh kami, sedikit besarnya bisa mengurangi beban hidup yang saat ini lagi oleh penyakit yang mewabah covid-19,
menghijaunya hampir memerah Pesawahan menambah indahnya pemandangan diwilayah kami, stres pun hilang dengan memandang indahnya alam pedesaan disore hari.
walau ditengah wabah covid-19, tetapi antusiasme warga masyarakat tetap bertani, untuk menyambung hidup dan bila ada lebih bisa membantu orang yang membutuhkan dengan hasil yang memadai diharapkan seluruh warga masyarakat Desa Andapraja bisa sejahtera, beras merupakan bahan pokok yang di konsumsi oleh masarakat desa kami dan dijadikan penghasilan untuk menambah tabungan yang ia miliki, meskipun terkadang bila suasananya tidak baik boro - boro untung yang diraih hanya kerugian yang diterima, akan tetapi masyarakat kami tidak mudah putus asa terus dan terus untuk dicari agar menghasilkan beras unggulan sehingga kelangsungan hidup bisa seimbang.
dari penghasilan tersebut warga desa kami setidaknya bisa memenuhi kebutuhan yang ada di desa kami,
Dengan ketekunan dan keuletan sang petani bisa mempunyai bibit padi yang unggul dan tidak sia -sia, perjuangan bapak tani dari mulai mencangkul, ditanami, dan dirawat dengan sungguh - sungguh hasilnya bisa gemilang, kepuasan bisa dirasakan bila hasil tanamnya tumbuh dengan baik serta berbuah cukup baik alangkah senangnya bapak tani.
jangan berasa malu jadi seorang petani, petani tulang punggung bagi kehidupan masyarakat baik yang ada di Desa maupun yang ada di Kota, terima kasih Bapak Tani karena kamulah kami bisa hidup sejahtera
dari penghasilan tersebut warga desa kami setidaknya bisa memenuhi kebutuhan yang ada di desa kami,
Dengan ketekunan dan keuletan sang petani bisa mempunyai bibit padi yang unggul dan tidak sia -sia, perjuangan bapak tani dari mulai mencangkul, ditanami, dan dirawat dengan sungguh - sungguh hasilnya bisa gemilang, kepuasan bisa dirasakan bila hasil tanamnya tumbuh dengan baik serta berbuah cukup baik alangkah senangnya bapak tani.
jangan berasa malu jadi seorang petani, petani tulang punggung bagi kehidupan masyarakat baik yang ada di Desa maupun yang ada di Kota, terima kasih Bapak Tani karena kamulah kami bisa hidup sejahtera




0 Komentar